Blibli (BELI) Minta Restu Private Placement 9,4 Miliar Saham

 Induk e-commerce Blibli, PT Global Digital Niaga Tbk (BELI), akan melakukan penambahan modal melalui skema private placement dan program kepemilikan saham manajemen dan karyawan (Management and Employee Stock Option Program/MESOP) sekaligus.

BELI akan menerbitkan saham baru sebanyak maksimal 9.400.240.527 saham dengan nilai nominal Rp250 per saham, setara dengan 7,63% dari modal ditempatkan dan disetor.


Berdasarkan keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI) yang dikutip pada Minggu (9/6/2024), penerbitan 9,4 miliar saham tersebut terbagi dalam dua kategori:

Penerbitan 4,50 miliar saham untuk program MESOP.
Penerbitan 4,90 miliar saham melalui skema private placement.
Jumlah ini setara dengan 3,98% dari modal ditempatkan dan disetor dari saham program MESOP yang belum dilaksanakan. Secara agregat, jumlah saham yang belum diterbitkan adalah 2.920.809.134 saham, yang merupakan 2,37% dari modal ditempatkan dan disetor dalam Perseroan.


"Dengan demikian, secara keseluruhan rencana transaksi dan program MESOP yang belum dilaksanakan tidak melebihi 10% dari modal ditempatkan dan disetor," tulis manajemen BELI.

Aksi korporasi ini dilakukan untuk memperkuat struktur permodalan serta meningkatkan likuiditas perdagangan saham BELI. Program tersebut akan berlangsung mulai 15 Desember 2024 hingga 14 Januari 2029.

"BELI akan meminta persetujuan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Independen melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang akan digelar pada 13 Juni 2024," tambah manajemen BELI.

( REcha )


LINK : https://www.emitennews.com/news/blibli-beli-minta-restu-private-placement-94-miliar-saham
Published on 2024-06-10 09:00:25 (GMT +7)

Global Info Regional

Global Info Currency

Global Info Commodity

Links

INFO

PT. Waterfront Sekuritas Indonesia
Memberikan layanan atas transaksi
Repurchase Agreement (REPO)"
PT. Waterfront Sekuritas Indonesia Terdaftar dan Diawasi Oleh





INFO TERBARU
Mulai 26 november 2018 , Penyelesaian transaksi bursa di pasar reguler menjadi 2 hari bursa (T+2)