16 Nov

 Market Hari ini.

Indeks Harga Saham Gabungan pada perdagangan Rabu 15 November 2017 ditutup melemah 0,27% pada level 5972. Sektor pertambangan mengkontribusikan pelemahan terbesar. Investor asing net sell Rp956,38 miliar. Indeks di bursa Wall Street kembali ditutup melemah akibat koreksi pada saham sektor energi akibat turunnya harga minyak mentah. Pelemahan pada saham sektor teknologi semakin membebani indeks. Harga minyak mentah melemah setelah data menunjukkan kenaikan pada cadangan minyak dan bensin AS. Harga minyak juga tertekan akibat prediksi dari IEA yang menyatakan permintaan minyak dunia akan melambat pada tahun depan. Data cadangan minyak AS pekan lalu meningkat 1,85 juta barel. Sementara itu data inflasi AS bulan Oktober menunjukkan kenaikan sebesar 0,1%, sesuai dengan estimasi namun lebih rendah dari bulan sebelumnya yang sebesar 0,5%. Dilain pihak, inflasi inti sebesar 0,2%, meningkat dari bulan sebelumnya yang sebesar 0,1%. Sedangkan data penjualan ritel bulan Oktober tumbuh 0,2%, lebih tinggi dari estimasi yang meningkat 0,1%. Kenaikan data inflasi dan penjualan ritel ini memberikan indikasi bahwa semakin besar potensi kenaikan suku bunga The Fed pada pertemuan Desember mendatang. Untuk Indeks Harga Saham Gabungan pada perdagangan hari ini diperkirakan bergerak mixed. IHSG bergerak dikisaran level 5940 - 6020

News & Analysis

AGII Tawarkan Obligasi Rp256 Miliar dan Sukuk Rp144 Miliar

PT Aneka Gas Industri Tbk (AGII) melakukan penawaran umum obligasi berkelanjutan I Tahap II Tahun 2017 dengan jumlah pokok Rp256.000.000.000 dan juga Sukuk Ijarah Berkelanjutan I Tahap II dengan jumlah pokok Rp144.000.000.000. Obligasi Berkelanjutan I Tahap II ini terdiri dari dua seri yakni seri A dengan jumlah pokok Rp195.000.000.000 berbunga 9,50% per tahun dengan jangka waktu 3 tahun dan seri B dengan pokok Rp61.000.000.000 dengan bunga 9,90% per tahun dan jangka waktu 5 tahun. Sementara Sukuk Ijarah I Tahap II juga terdiri dari dua seri yakni seri A senilai Rp107.000.000.000 dengan cicilan imbal ijarah Rp10.165.000.000 per tahun dan seri B senilai Rp37.000.000.000 dengan cicilan imbal ijarah Rp3.663.000.000.

Per Oktober Penjualan SPMA Mencapai 80,9% Dari Target Akhir Tahun


PT Suparma Tbk (SPMA) selama periode 10 bulan hingga Oktober 2017 berhasil meraih penjualan bersih sebesar Rp1,70 triliun yang merupakan 80,9% dari target tahun 2017 yang sebesar Rp2,10 triliun. Kuantitas penjualan kertas perseroan mengalami kenaikan sebesar 176.891 metrik ton hingga sepuluh bulan pertama tahun ini atau setara dengan 82,7% dari target kuantitas penjualan 2017 yang 214.000 metrik ton. Sedangkan pencapaian produksi kertas selama 10 bulan hingga Oktober 2017 sebesar 173.498 metrik ton atau setara dengan 81% dari target produksi kertas 2017 yang 214.200 metrik ton. Kenaikan penjualan produk kertas perseroan ditopang oleh harga jual rata-rata produk kertas yang naik 3,8%.

Cum Stock Split TPIA 1:5 Pada 20 November

PT Chandra Asri Tbk (TPIA) akan mulai memperdagangkan saham dengan harga nominal baru di pasar reguler/negosiasi pada 21 November 2017 mendatang. Perdagangan saham dengan harga nominal baru di pasar tunai baru akan dilakukan pada 24 November 2017. Perseroan telah mendapatkan persetujuan dari para pemegang saham dalam RUPS Luar Biasa pada 6 November 2017 lalu untuk memecah nominal saham (stock split) dengan perbandingan 1:5 atau dari nominal Rp1.000 menjadi Rp200 per saham.

Per Oktober Kontrak Baru ADHI Sebesar Rp31,6 Triliun

Hingga Bulan Oktober 2017, PT Adhi Karya Tbk (ADHI) mencatat perolehan kontrak baru sebesar Rp31,6 triliun (termasuk perolehan kontrak baru dari LRT Jabodebek Fase I), tumbuh 5,4% dibandingkan perolehan kontrak baru di bulan sebelumnya sebesar Rp30,0 triliun. Realisasi perolehan kontrak baru di bulan Oktober 2017 antara lain: Hotel Zaraza Malang (Rp594 miliar), Skypark Bandung (Rp308 miliar) melalui anak perusahaan PT APG dan Bendung Batang Bayang (Rp147 miliar). Kontribusi per lini bisnis pada perolehan kontrak baru pada Oktober 2017 didominasi oleh lini bisnis Konstruksi & Energi sebesar 96,1% dan sisanya merupakan lini bisnis lainnya.

BUMI Perkirakan Produksi Batubara Tahun Depan 95 Juta Ton


PT Bumi Resources Tbk (BUMI) memperkirakan produksi batubaranya akan naik menjadi sekitar 95 juta ton pada tahun 2018 dari perkiraan 88-90 juta ton tahun ini. Namun kondisi hujan yang tidak biasa membuat perusahaan berharap dapat mencapai penjualan antara 87-88 juta ton sepanjang tahun 2017. Harga batubara yang lebih tinggi dibandingkan tahun lalu akan mengimbangi volume produksi yang lebih sedikit dari yang diperkirakan. BUMI tetap fokus pada restrukturisasi utang dan masalah persepsi pemerintah. BUMI memperoleh persetujuan pada bulan Juli lalu dari OJK untuk merestruktuisasi hutang senilai USD2,6 miliar.

Per September Laba ISAT Tumbuh 29%

PT Indosat Ooredoo Tbk (ISAT) meraih laba yang dapat didistribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp1,09 triliun hingga periode September 2017 naik 29% dibandingkan laba Rp845,4 miliar di periode sembilan bulan tahun sebelumnya. Pendapatan naik 4,8% menjadi Rp22,56 triliun dari Rp21,52 triliun dimana kontribusi terbesar dari MIDI yang tumbuh 6,9% menjadi Rp3,14 triliun dari Rp2,94 triliun disusul dari seluler yang tumbuh 4,7% menjadi Rp18,73 triliun dari Rp17,89 triliun

Stock Pick

JSMR

Pada perdagangan kemarin saham JSMR kembali ditutup menguat pada level 6425. Pergerakan JSMR selanjutnya diperkirakan pada kisaran 6325-6500.
Rekomendasi Sell on Strength jika tidak menembus level resisten pada 6500

PTPP

Pada perdagangan kemarin saham PTPP kembali ditutup menguat di level 2750. Pergerakan saham PTPP selanjutnya diperkirakan pada kisaran 2720-2780. Rekomendasi Sell on Strength apabila tidak berhasil melewati level resisten di level harga 2780

BBCA

Pada perdagangan kemarin saham BBCA kembali ditutup menguat pada level 21025. Pergerakan BBCA selanjutnya diperkirakan pada kisaran 20800-21350. Rekomendasi Sell on Strength jika tidak menembus level resisten pada 21350

ADHI

Pada perdagangan kemarin saham ADHI menguat ditutup di 2230. Pergerakan saham ADHI selanjutnya diperkirakan pada kisaran 2200-2250.
Rekomendasi Sell on Strength jika tidak melewati level resisten 2250

WSKT

Pada perdagangan kemarin saham HRUM menguat ditutup di 2140. Pergerakan saham WSKT selanjutnya diperkirakan pada kisaran 2110-2170.
Rekomendasi Sell on Strength jika tidak melewati level resisten 2170

ICBP


Pada perdagangan kemarin saham ICBP kembali ditutup menguat di level 8575. Pergerakan saham ICBP selanjutnya diperkirakan pada kisaran 8475-8675. Rekomendasi Sell on Strength apabila tidak berhasil melewati level resisten di level harga 8675

TLKM

Pada perdagangan kemarin saham TLKM kembali ditutup menguat pada level 4130. Pergerakan TLKM selanjutnya diperkirakan pada kisaran 4080-4180.
Rekomendasi Sell on Strength jika tidak menembus level resisten pada 4180


Disclaimer :


This report is prepared strictly for private circulation only to clients of PT Waterfront Sekuritas. It is purposed only to person having professional experience in matters relating to investments. The information contained in this report has been taken from sources which we deem reliable. No warranty (express or implied) is made to the accuracy or completeness of the information. All opinions and estimates included in this report constitute our judgments as of this date, without regards to its fairness, and are subject to change without notice. However, none of PT Waterfront Sekuritas and/or its affiliated companies and/or their respective employees and/or agents makes any representation or warranty (express or implied) or accepts any responsibility or liability as to, or in relation to, the accuracy or completeness of the information and opinions contained in this report or as to any information contained in this report or any other such information or opinions remaining unchanged after the issue thereof. We expressly disclaim any responsibility or liability (express or implied), its affiliated companies and their respective employees and agents whatsoever and howsoever arising (including, without limitation for any claims, proceedings, action, suits, losses, expenses, damages or costs) which may be brought against or suffered by any person as a results of acting in reliance upon the whole or any part of the contents of this report and neither PT Waterfront Sekuritas, its affiliated companies or their respective employees or agents accepts liability for any errors, comissions or misstatements, negligent or otherwise, in the report and any liability in respect of the report or any inaccuracy therein or omission there from which might otherwise arise is hereby expresses disclaimed.
This document is not an offer to sell or a solicitation to buy any securities. This firms and its affiliates and their officers and employees may have a position, make markets, act as principal or engage in transaction in securities or related investments of any company mentioned herein, may perform services for or solicit business from any company mentioned herein, and may have acted upon or used any of the recommendations herein before they have been provided to you. © PT Waterfront Sekuritas 2017
Published on 2017-11-16 08:00:29 (GMT +7)

Global Info Regional

Global Info Currency

Global Info Commodity

Links

INFO

PT. Waterfront Sekuritas Indonesia
Memberikan layanan atas transaksi
Repurchase Agreement (REPO)"
PT. Waterfront Sekuritas Indonesia Terdaftar dan Diawasi Oleh





INFO TERBARU
Mulai 26 november 2018 , Penyelesaian transaksi bursa di pasar reguler menjadi 2 hari bursa (T+2)